Tanya Jawab Pemeliharaan Transformator Tenaga

Tanya : Jelaskan apa pengertian dan fungsi dari Transformator Tenaga ?

Jawab :
Transformator  merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan daya/tenaga dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya.



Tanya : Jelaskan secara singkat Bagian – bagian transformator dan fungsinya ?

Jawab :
Bagian – bagian transformator dan fungsinya :
  • Electromagnetic Circuit (Inti besi) berfungsi sebagai media jalannya flux yang timbul akibat induksi arus bolak balik pada kumparan yang mengelilingi inti besi sehingga dapat menginduksi kembali ke kumparan yang lain. 
  • Current carying circuit (Winding), terdiri dari batang tembaga berisolasi yang mengelilingi inti besi, dimana saat arus bolak balik mengalir pada belitan tembaga tersebut, inti besi akan terinduksi dan menimbulkan flux magnetik. 
  • Bushing, merupakan sarana penghubung antara belitan dengan jaringan luar juga  berfungsi sebagai penyekat antara konduktor bushing dengan body main tank transformator.
  • Pendingin, berfungsi untuk menurunkan suhu pada transformator karena suhu operasi yang tinggi akan mengakibatkan rusaknya isolasi kertas pada transformator.
  • Oil preservation & expansion (Konservator),berfungsi untuk menampung minyak pada saat transformator mengalami kenaikan suhu karena kenaikan suhu operasi pada transformator menyebabkan pemuaian pada minyak isolasi sehingga volumenya bertambah, sebaliknya saat terjadi penurunan suhu operasi, maka minyak akan menyusut dan volume minyak akan turun.
  • Dielectric, terdiri dari :
a.  Minyak Isolasi trafo, berfungsi sebagai media isolasi, pendingin dan pelindung belitan dari oksidasi. 
b.  Kertas isolasi trafo, berfungsi sebagai isolasi, pemberi jarak, dan memiliki kemampuan mekanis.
  • Tap Charger, berfungsi untuk mengubah banyaknya belitan pada sisi primer sehingga tegangan keluaran transformator pada sisi sekunder tetap stabil.
  • NGR (Neutral Grounding Resistant), berfungsi untuk mengontrol besarnya arus gangguan yang mengalir dari sisi neutral ke tanah.
  • Proteksi transformator, terdiri dari : 
a.  Rele Bucholz, berfungsi sebagai  pengaman trafo yang mendetiksi gas dalam trafo akibat adanya gangguan internal trafo.
b.  Rele Jansen, berfungsi  sebagai pengaman OLTC trafo yang mendeteksi tekanan minyak dan gas yang terbentuk sebagai indikasi adanya ketidaknormalan / gangguan pada OLTC.
c.  Suden Pressure, berfungsi untuk mengamankan trafo dari tekanan lebih akibat adanya gangguan internal dalam trafo.
d. Rele Thermal berfungsi untuk mengamankan trafo dari over heat.
 

Transformator
Trafo Tenaga


Tanya : Proses perubahan ratio belitan ini dapat dilakukan pada saat trafo sedang berbeban (On load tap changer) atau saat trafo tidak berbeban (Off load tap changer). Tap Changer terdiri dari apa saja?

Jawab :
Tap changer terdiri dari : 
  • Selector Switch, yaitu rangkaian mekanis yang terdiri dari terminal terminal untuk menentukan posisi tap atau ratio belitan primer.
  • Diverter Switch, rangkaian mekanis yang dirancang untuk melakukan kontak atau melepaskan kontak dengan kecepatan yang tinggi.  
  • Tahanan transisi, merupakan tahanan sementara yang akan dilewati arus primer pada saat perubahan tap. 


Tanya : Jelaskan bagamana cara kerja Rele Bucholz pada proteksi Transformator ?
Jawab :
Pada saat transformator mengalami gangguan internal yang berdampak kepada suhu yang sangat tinggi dan pergerakan mekanis didalam transformator, maka akan timbul tekanan aliran minyak yang besar dan pembentukan gelembung gas yang mudah terbakar. Tekanan atau gelembung gas tersebut akan naik ke konservator melalui pipa penghubung dan rele bucholz. Tekanan minyak maupun gelembung gas ini akan dideteksi oleh rele bucholz sebagai indikasi telah terjadinya gangguan internal.



Tanya : FMEA merupakan suatu metode untuk menganalisa penyebab kegagalan pada suatu peralatan. Pada buku pedoman pemeliharaan ini FMEA menjadi dasar untuk menentukan komponen-komponen yang akan diperiksa dan dipelihara dibuat dengan cara apa saja ?

Jawab :
FMEA atau Failure Modes Effects Analysis dibuat dengan cara : 
• Mendifinisikan sistem (peralatan) dan fungsinya 
• Menentukan sub sistem dan fungsi tiap subsistem 
• Menentukan functional failure tiap subsistem 
• Menentukan failure mode tiap subsistem



Tanya : Pada pedoman Pemeliharaan Transformator apa yang dimaksud In service Inspection?

Jawab :
In Service inspection adalah kegiatan inspeksi yang dilakukan pada saat transformator dalam kondisi bertegangan / operas dengan untuk mendeteksi secara dini ketidaknormalan yang mungkin terjadi didalam trafo tanpa melakukan pemadaman.



Tanya : Apa yang dimaksud dengan  In Service Measurement pada pemeliharaan Transformator?

Jawab :
In Service Measurement adalah kegiatan pengukuran / pengujian yang dilakukan pada saat transformator sedang dalam keadaan bertegangan / operasi (in service) yang bertujuan untuk mengetahui kondisi trafo lebih dalam tanpa melakukan pemadaman.



Tanya : Komponen apa saja pada Trafo Tenaga yang dipantau dengan thermovisi / thermal image camera ?

Jawab :
Komponen apa saja pada Trafo Tenaga yang dipantau adalah :
1. Maintank 
2. Tangki OLTC 
3. Radiator 
4. Bushing 
5. Klem-klem pada setiap bagian yang ada 
6. Tangki konservator 
7. NGR 



Tanya : Salah satu metoda untuk mengetahui ada tidaknya ketidaknormalan pada trafo adalah dengan mengetahui dampak dari ketidaknormalan trafo itu sendiri. Untuk mengetahui dampak ketidaknormalan pada trafo digunakan dengan metode ………………

Jawab :
Untuk mengetahui dampak ketidaknormalan pada trafo digunakan metoda DGA (Dissolved gas analysis).



Tanya : Jelaskan apa yang dimaksud Shutdown testing / measurement pada transformator Tenaga ?

Jawab :
Shutdown testing / measurement adalah pekerjaan pengujian yang dilakukan pada saat transformator dalam keadaan padam. Pekerjaan ini dilakukan pada saat pemeliharaan rutin maupun pada saat investigasi ketidaknormalan.

Previous
Next Post »

Silahkan masukkan emailnya untuk ikuti postingan terbaru