Arus Listrik

Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dari suatu titik yang berpotensial tinggi ke titik yang berpotensial rendah dalam waktu satu detik. Peristiwa mengalirnya arus listrik disebabkan karena adanya elektron yang bergerak. Arus listrik juga dapat diartikan sebagai besarnya tegangan dibagi besarnya resistansi. 

Simbol dari arus listrik adalah "I", dan terbagi menjadi arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak balik (AC). Definisi arus listrik arus searah secara sederhana dapat kita artikan bahwa arus listrik mengalir secara searah (direct) sehingga pada rangkaian ini ditentukan adanya kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Arus akan mengalir dari kutub positif ke kutub negatif (gambar 3). Sedangkan pada arus listrik bolak balik, arus akan mengalir secara bolak-balik karena disebabkan perubahan polaritas tegangan (AC).
 
Gambar oleh My pictures are CC0. When doing composings: dari Pixabay


Satuan SI yang ditetapkan untuk arus listrik adalah Ampere. Simbol formula untuk arus listrik adalah I. Satuan SI yang ditetapkan 1 A didefinisikan dengan aturan sbb: 1 (satu) ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 628 x 1016 atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor.

Kuat arus listrik adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang berpindah melewati suatu penampang dalam satuan waktu, dimana dapat dirumuskan dengan persamaan:
 
I = Q / t

Dimana:
I    = Kuat arus dalam satuan Ampere
= Banyaknya muatan listrik dalam satuan Coulumb
t    = waktu dalam satuan detik

Rapat arus adalah besarnya arus tiap-tiap mm2 luas penampang kawat. Rumus dibawah ini menghitung besarnya rapat arus sebagai berikut:
 
S = I / A

Dimana:
S = Rapat arus dalam satuan A/mm2 
= Kuat Arus dalam satuan A
A = Luas Penampang kawat dalam satuan mm2


Sumber : Materi Diklat Teori Dasar Listrik - PLN Coorporate University

Previous
Next Post »

Silahkan masukkan emailnya untuk ikuti postingan terbaru