Bangun Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN Dapatkan Dukungan Penuh Pemda

Untuk menjaga hubungan baik dengan stakeholder khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) dan untuk mendapatkan dukungan pada setiap program PLN, General Manager (GM) PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Christyono melakukan audiensi ke Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dulla (13/9).

Pada kesempatan itu Dulla menyampaikan terima kasih kepada manajemen PLN, khususnya PLN Wilayah NTT dan PLN Rayon Labuan Bajo, yang telah melakukan peranan strategis dalam pembangunan Kabupaten Manggarai Barat.

"PLN bangun listrik khususnya di Labuan Bajo, bukan sekedar tetes-tetes, tapi po'a (curah dalam kapasitas besar), sehingga saat ini sudah terbangun hotel-hotel, bandara yang bagus, dan rumah sakit umum Siloam," lanjut Dulla.

Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapan Pemda untuk membantu dan mendukung semua program PLN di Manggarai Barat. "Sebab PLN sangat membantu mengembangkan pembangunan di Manggarai Barat, terutama mendorong perkembangan pariwisata yang maju pesat, mendorong ekonomi dan mengangkat harkat manusia," ujar Dulla.

Christyono mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Dulla dan Pemda Manggarai Barat yang sudah memberikan dukungan dan bantuannya kepada PLN. “Kerja PLN sangat bergantung dan membutuhkan sinergi dengan Pemda dan para stakeholder,” ungkap Christyono.

"Kondisi kelistrikan di Labuan Bajo saat ini sudah sangat cukup dari sisi pasokan, dengan total daya mampu 10 MW dan beban puncak antara 6-7 MW. Tugas yang sedang kita kerjakan adalah membangun  dan  memperbaiki  sisi  penyaluran, serta sedang membangun pembangkit baru PLTMG 2x10 MW di Desa Ranggo," lanjutnya.

Kabupaten Manggarai Barat memiliki total 169 desa, dengan 138 desa belum berlistrik atau rasio elektrifikasi baru 30%. Tahun 2017 akan dikerjakan pembangunan listrik di 31 desa, sisanya akan dikerjakan tahun 2018.

Pada hari yang sama, GM PLN NTT juga melakukan kunjungan ke Bupati Ende.


Dalam dialog yang dilakukan, Bupati Ende Marselinus Petu, menyarankan PLN menggunakan prinsip “tiga batu tungku” sebagai pendekatan pembangunan listrik di tengah  masyarakat. Prinsip tiga batu tungku juga sebagai bentuk koordinasi yang melibatkan tiga stakeholder   penting  yakni  Pemda, gereja dan tokoh adat.

"Prinsip koordinasi tiga batu tungku ini merupakan rahasia kunci aman dan lancarnya pekerjaan pembangunan kelistrikan perdesaan," ungkap Marselinus Petu.

Christyono menjelaskan bahwa saat ini desa yang belum berlistrik di NTT lebih dari 1200 desa, diantaranya termasuk desa-desa yang belum berlistrik di Kabupaten Ende. “Untuk tugas besar itu, PLN bekerja keras untuk menyalakan 600 desa belum berlistrik pada tahun 2017 dan sisanya dilanjutkan pada tahun 2018," ungkap Christyono.

Untuk tugas besar ini, PLN tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dan dukungan dari Pemda, stakeholder dan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Marselinus Petu sepakat bahwa Pemda Ende wajib membantu dan mendukung PLN agar pekerjaan pembangunan listrik ke desa-desa belum berlistrik berjalan baik, aman, lancar dan masyarakat akan lebih cepat menikmati listrik.

"Meskipun Pemerintah sudah membangun  berbagai  infrastruktur,  seperti jalan, jembatan, sekolah, fasilitas kesehatan, tetapi hanya gara-gara desa itu belum berlistrik, masyarakatnya selalu bilang mereka belum merdeka," ungkap Marselinus Petu sembari tertawa.

Saat ini PLN sedang melaksanakan tugas besar dari Pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik di seluruh NTT, termasuk di Manggarai Barat dan Ende.**

sumber : plnkita
Previous
Next Post »

Silahkan masukkan emailnya untuk ikuti postingan terbaru